Skip to main content

Review Buku "Fish In The Water" Karya Lee Chan Hyuk AKMU

 

Aku baru tahu, kalau lagu "fish in the water" yang terdengar ceria itu, punya cerita yang dalem banget dan penuh dengan filosofi. 

Aku suka bagaimana karakter hyeya di dalam buku ini. Dia selalu punya pikiran dan caranya sendiri untuk menanggapi hal apapun dalam hidup. Hyeya yang bebas dengan pikirannnya yang sederhana. Pas banget emang, ketemu sama lelaki seperti Seon, yang melakukan perjalanan dan membawa pertanyaan besar untuk dirinya sendiri. Yang nyari maunya dia apa? Dan apa sebenarnya seniman sejati? Aku setuju kalau Hyeya memang orang yang tepat untuk melengkapi kisah Seon. They are like a silver lock and key.

"Seon, kau tidak memerlukan sesuatu yang luar biasa. Jika kau merasa kau tidak bisa menepati apa yang kau ucapkan, katakan saja apa yang bisa kau tepati."

Itu yang dikatakan Hyeya, ketika Seon sedang rumit dengan pikirannnya tentang seorang seniman sejati. It was something, right? Kadang kita membuat suatu hal yang sederhana menjadi sangat rumit di kepala kita.

Seon juga mengalami perjalanan yang luar biasa sebelum bertemu Hyeya. Ia bertemu dengan banyak orang menarik. Salah dua diantaranya adalah seorang anggota sirkus keliling dan seorang pembersih jalanan. Aku suka dialog yang dilakukan seon dengan mereka. Itu berarti banyak hal.

Seorang pembersih sampah jalanan berbicara tentang cara membahagiakan dunia. Katanya, 

"Nilai kebahagiaan berbeda bagi setiap orang. Bagi sebagian orang kebahagiaan adalah cinta, tetapi bagi orang lain kebahagiaan adalah kekayaan. Kita tidak mungkin mewujudkan kebahagiaan banyak orang. Itulah sebabnya, setelah berpikir untuk waktu lama, aku memilih pekerjaan ini. melakukan pekerjaan yang tidak sudi dilakukan orang lain, tetapi harus dilakukan demi dunia. Tanpa aku, tiang telepon ini pasti akan roboh gara - gara tumpukan sampah yang berat. Wilayah ini pasti berbau busuk dan harga rumah akan jatuh. namun, aku melindungi sesuatu yang lebih berharga daripada yang dipikirkan orang - orang." 

This words just make me speechless for a while. Seorang pria muda, yang memilih menjadi pembersih jalanan untuk membahagiakan dunia. Ya, setiap hari pria ini membuang 'sifat egois' alias 'sampah' seseorang ketempat yang seharusnya, tanpa pamrih. He is really cool. 

Berbeda dengannya, seorang sirkus jalanan berbicara tentang impian dan kenyataan kepada Seon. Katanya,

"Impian itu bagaikan tirai merah yang digunakan di sirkus. Warnanya cerah dan tidak gampang robek. Namun, akan tiba saatnya kau harus menyibaknya, karena tirai itu menutupi jendela kenyataan. Di malam hari, kau boleh menutup tirai itu kembali dan kau bisa melakukan apapun yang ingin kau lakukan, entah menangis karena muak atau bermimpi. Akan tetapi, saat pagi menjelang, kau harus membuka tirai itu lagi. Karena kita harus menjalani hari, bukan mimpi."

I dont know. Mungkin bagi sebagian orang, kata - kata yang dilontarkan si Mr. Sirkus merupakan sebuah bentuk psimistik. Tapi tidak untuk aku. Itu semacam nasihat. Mungkin bagi beberapa orang yang selalu hidup dalam mimpi mereka, tapi mereka tidak pernah melakukan apapun untuk mewujudkannya, atau mungkin sudah berjuang, tapi setengah - setengah. Dan juga bagi orang - orang yang sudah berjuang mati - matian demi mimpi mereka, tapi memang kenyataan berbicara lain. Ya, he just want to say, please move on, and do it what you can to life. Atau, cari cara lain untuk menemukan passion kamu dalam hidup yang mungkin masih belum kamu temukan. This life is trial and error, right?

OK. Back to the story. Bagaimana? Seon bertemu dengan orang - orang luar biasa, bukan? Walaupun tentu saja, dibandingkan mereka, titik temu yang paling hebat bagi Seon adalah pertemuan dan perjalanannya bersama Hyeya. Hyeya yang sangat menyukai laut. Hyeya  yang awal dan akhirnya sudah di tentukan seperti buku. Hyeya yang merupakan seorang tokoh utama, wanita yang memancarkan cahayanya sendiri. 

Ah, tapi aku sedih dengan keputusan dan impian Hyeya. Sepertinya ia memang lebih mencintai Laut daripada Seon. Tapi tetap saja, aku penasaran dengan kalimat terakhir di chapter paling akhir. Siapa yang membuat lonceng kecil di pintu Seon berbunyi? Apakah itu Hyeya?

Comments

Popular posts from this blog

Menyusuri Spot Foto "Instagramable" di Pantai Boom Banyuwangi

Hello people. Kali ini, aku bakal share salah satu tempat keren di kota Banyuwangi. Namanya Pantai Boom atau juga dikenal dengan nama 'Marina Boom Beach'. Pantai ini lokasinya super strategis banget karena berada ditengah kota. Dekat dengan gedung bioskop New Star Cineplex di Jl. Nusantara, Kampung Mandar, Banyuwangi. Kalau kamu mau berkunjung ke pantai ini, kamu hanya harus membayar tiket masuk seharga Rp.5000/orang. Tuh, murce banget kan? Honestly, Pantai Boom ini sudah ada sejak lama. Hanya saja, sekarang wisatanya menjadi sangat berkembang dan beragam. Ada banyak spot foto baru epic yang bisa kamu potret dan posting untuk mewarnai feed instagram kamu. Dimana saja sih spot menariknya? Fine. Let's check it out!  JEMBATAN LINTAS (Causeway) Ini nih spot yang paling baru di Pantai Boom Banyuwangi. Jembatan lintas yang lagi hits diujung timur pulau Jawa. Berfoto disini, udah kayak berasa di luar negeri saking elegannya arsitektur jembatan ini dibuat. Padahal ka...

Landing on Kuala Lumpur, Naik LRT Menuju Petronas Twin Tower

-first day- Desember 2018. Keberangkatan Surabaya (T2) 04:25 am. Tujuan Kuala Lumpur (klia2). Halo Internet. Gue mau cerita. Ini kisah pertama perjalanan gue “be a backpacker” ke luar negeri . Pertama kali gue memberanikan diri untuk traveling sedikit lebih jauh dari rumah. Merasakan terbang untuk pertama kali , d an pertama kali pula tau se-degdeg-an apa ketika pesawat mulai take off dan juga landing. Cih, alay. Haha.  Dikutip dari novel favorit gue, dalam dunia penerbangan dikenal istilah Critical eleve n, s ebelas menit paling kritis di dalam pesawat , t iga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing . Dan gue, s ebagai orang yang pertama kali naik pesawat, adalah orang yang paling“gak asik”. Gak asik karena gue tegang sepanjang perjalanan dan OCD ( Obsessive Compulsive Disorder ) gue kumat. Fiuh.  Pesawat gue berhasil landing di Kuala Lumpur sekitar pukul 07.45 am. How is really excited am i, nginjekin kaki pertama kali di nege...