Do you have a dream? I think, the answer is Yes. So am i. Aku juga punya mimpi. Selain
menjelajahi gunung - gunung di Indonesia, salah satu mimpiku adalah traveling
ke negara – negara ASEAN. Juga negara – negara di dunia tentunya. Yup, I really want to traveling around the
world. Aku penasaran banget dunia macam apa diluar sana. Budayanya,
orang-orangnya, lingkungannya, makanan yang mereka makan, dan banyak aspek
lainnya yang bikin aku se-curious itu. So, di tahun 2018 aku mulai
mengambil langkah pertama untuk mewujudkan mimpiku. What is that? Make a paspor dan berburu tiket promo.
Honestly, aku booking tiket
dulu sebelum membuat paspor. Tawaran beli tiket promo datang secara tiba-tiba
dari temanku. It was make me confused
for the first time. Aku ambil nggak
ya? Karena saat itu aku belum punya paspor. Tapi aku mikir lagi. Kapan aku bisa
dapat kesempatan ini lagi? Sometimes, a
chance will never come twice, right? So, finally i choose to take it. Awalnya, aku memang sempat khawatir dan takut ketika paspor belum di tangan. Tapi itu
yang memotivasiku untuk membuat paspor ASAP (as soon as possible). Sebenarnya planning untuk membuat paspor itu sudah ada sejak aku kuliah, tapi
selalu nggak jadi dan ketunda entah
karena alasan apa. Wkwkwk.
For Your Information, ternyata membuat paspor itu tidak se-menyeram-kan yang aku kira. Apalagi, saat ini sudah ada aplikasi Antrian Paspor Online yang memudahkan kita untuk mengatur jadwal
sendiri, kapan dan dimana kita ingin membuat paspor. Aplikasi ini gratis dan
bisa di download di playstore atau appstore. Anyway, tahun 2019 aplikasi ini ganti
nama jadi Layanan Paspor Online.
![]() |
| Layanan Paspor Online |
Cara untuk mendapatkan jadwal antrian menjadi semakin mudah
dengan aplikasi ini. Cukup mendaftarkan diri melalui HP android kamu.
![]() |
| Registrasi Pendaftaran Paspor Online |
Setelah berhasil mendapatkan jadwal pembuatan paspor, langkah
selanjutnya adalah menyiapkan dokumen yang harus di bawa ke kantor imigrasi.
Apa saja dokumen yang perlu disiapkan?
Syarat pembuatan paspor baru bagi WNI (Warga Negara Indonesia)
1. Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli dan fotokopi
2. Kartu Keluarga (KK) asli dan fotokopi
3. Akte Kelahiran, Surat Nikah, Ijaah terakhir,
atau Surat Baptis asli dan fotokopi (Pilih salah satu dokumen yang didalamnya
terdapat informasi nama, tempat tanggal lahir, dan nama orang tua)
4. Materai
NB: Semua dokumen diatas difotokopi dengan ukuran kertas A4.
Dokumen ready, saatnya
kita ke langkah berikutnya ; datang ke kantor imigrasi sesuai jadwal yang telah
ditentukan.
REMEMBER : Datanglah lebih awal 15 atau 30
menit sebelum jadwal, karena kita harus mengambil nomor antrian lagi ketika di
kantor imigrasi, dan pastikan semua dokumen yang dibawa sudah lengkap. Oh iya,
jangan lupa membawa bulpen sendiri, biar kagak antri lagi.
Aku kemarin bikin paspor di Kantor Imigrasi Jember dan
diminta print out jadwal antrian onlineku sama bapak yang jaga meja
registrasi. Untungnya aku sudah menyiapkannya dalam bentuk hardcopy, karena di kanim Jember belum bisa scan barcode secara langsung dari HP. Di meja registrasi, aku mengisi semacam form survey dan formulir pendaftaran. Usai mengisi formulir, bapak
yang bertugas memeriksa kelengkapan dokumen yang aku bawa, baru kemudian
dimasukkan ke dalam map yang sudah ditempelin nomor antrian. Udah deh, tinggal
duduk anteng sampai nomor antrian dipanggil.
Berdasarkan pengalamanku, ini beberapa tahapan yang akan
kamu lewati dalam pembuatan paspor.
1. Pemeriksaan Dokumen
Asal dokumen kita lengkap, semuanya aman
terkendali. Petugas loket hanya menanyakan ulang terkait dengan dokumen yang
kita bawa.
2. Foto dan Rekam Data Biometrik
Aku merasa agak ribet di sesi foto. Ternyata semua area wajah kita harus terekam/terjepret oleh kamera, termasuk ujung alis kita. Karena aku berhijab, ujung alisku agak tertutup kerudung. Akhirnya aku agak menarik hijabku kebelakang gitu aja, karena malas banget kalau harus benerin hijab di depan bapak petugas. Eh, tapi aksi itu malah membuat rambut bagian depanku kelihatan di foto. Uh banget deh. So, bagi kamu yang berhijab, mohon dikondisikan gaya hijabnya terlebih dahulu. Maklum, model gaya hijab aku sok menutupi pipi gitu biar kelihatan tirus. haha.
Aku merasa agak ribet di sesi foto. Ternyata semua area wajah kita harus terekam/terjepret oleh kamera, termasuk ujung alis kita. Karena aku berhijab, ujung alisku agak tertutup kerudung. Akhirnya aku agak menarik hijabku kebelakang gitu aja, karena malas banget kalau harus benerin hijab di depan bapak petugas. Eh, tapi aksi itu malah membuat rambut bagian depanku kelihatan di foto. Uh banget deh. So, bagi kamu yang berhijab, mohon dikondisikan gaya hijabnya terlebih dahulu. Maklum, model gaya hijab aku sok menutupi pipi gitu biar kelihatan tirus. haha.
3. Interview
Relax dan nggak
perlu takut/ragu-ragu ketika ditanya. Pertanyaan yang diajukan cukup umum,
seperti “kenapa membuat paspor?”, “mau kemana?”, atau “Travel bareng siapa?”. Honestly ada sedikit
drama ketika aku interview. Aku disuruh bikin surat ijin orang tua dan surat pemberitahuan kepada kepala desa dan juga camat,
kalau aku mau traveling. Aku mikir, “buat apa yak?” Kalau surat ijin orang tua
mungkin ada kolerasinya, tapi kepala desa dan camat? Kenapa mereka harus tau aku mau traveling kemana? Ya
sudahlah, akhirnya aku “iya”-in aja. Kata bapaknya harus dibawa ketika
pengambilan paspor, seraya memberikan lembar biaya untuk pembuatan paspor.
4. Pembayaran
Aku melakukan pembayaran dikantor pos. Untuk paspor biasa dengan 48 halaman biayanya sekitar Rp.355.000,-, sedangkan untuk e-paspor Rp.655.000,- Tapi pembayaran juga bisa dilakukan di bank.
Aku melakukan pembayaran dikantor pos. Untuk paspor biasa dengan 48 halaman biayanya sekitar Rp.355.000,-, sedangkan untuk e-paspor Rp.655.000,- Tapi pembayaran juga bisa dilakukan di bank.
5. Pengambilan Paspor
Paspor bisa diambil setelah 3-7 hari setelah
waktu pembayaran. Itu yang aku pernah baca di blog. Dan bisa ditanyakan secara
langsung melalui sms atau email sesuai dengan contact person kanim dimana kamu mendaftar. But, waktu itu beberapa
kali aku sms, tidak ada jawaban dari pihak kantor imigrasi. Akhirnya, aku memutuskan untuk datang secara langsung sekaligus membawa bukti pembayaran dan
juga dokumen tambahan. Aku langsung menuju loket pengambilan paspor dan
menyerahkan bukti pembayaran. Setelah tanda tangan, bapak yang bertugas
langsung memberikan pasporku yang ternyata sudah jadi. Yey, i got my paspor.
Bytheway, petugas loket tidak menyinggung sama sekali
tentang dokumen tanbahanku yang berupa surat ijin ortu dan surat
pemberitahuan dari kepala desa dan juga camat. Uh, padahal aku sempat
deg-degan pasporku ke-cancel
karena surat-surat itu. Tapi jika ini terjadi juga pada kalian, lebih baik kalian siapkan saja dokumen yang diminta untuk berjaga-jaga.
Next, aku ingin cerita sedikit tentang destinasi dan tiket penerbangan. Kuala lumpur dan
Bangkok menjadi pilihan pertamaku untuk menjelajahi ASEAN. Why? No special reason, hanya karena
tiket yang sedang promo adalah menuju Kuala Lumpur. Wkwkwk. Waktu itu aku nggak sempat mikir banyak, aku hanya ingin “memulai” dan mencoba merealisasikan impianku. Kebetulan, pada bulan Mei 2018 (seingatku) sedang ada event free seat Air Asia. What is
that? Free seat itu semacam program promo spesial yang diberikan Air Asia,
dimana kita cuma bayar pajak bandara doang
untuk terbang ke destinasi impian.
Aku bisa terbang ke Kuala Lumpur cuma bayar 455.000 Rupiah
pak. Dan itu PP alias Pulang-Pergi. Keren banget
nggak sih program ini? Tapi nggak
semua destinasi benar-benar free, but
“walaupun
nggak semua destinasi GRATIS, tapi harga yang ditawarkan dalam promo ini nggak bikin dompet tipis dan kamu jadi
meringis. Yang jelas, akan bikin
liburan kamu terasa lebih manis, bukan tragis!” Nah, ini gue kutip dari
websitenya Air Asia. Hahaha. Buat kalian yang mulai penasaran, bisa langsung
kepoin websitenya Air Asia. Check it out!
Untuk tiket menuju bangkok, belinya cukup mendadak sekitar 1
sampai 2 bulanan sebelum hari keberangkatan. Karena dadakan, pilihan harga
tiket pesawat yang murah sangat terbatas untuk membeli tiket PP (pulang pergi).
Tapi temanku muter otak, agar biaya tiket perjalanan kami masih sesuai budget.
Solusinya dengan melalui jalur darat. Yup, dari bangkok, kami membeli tiket
pesawat menuju Hatyai, salah satu kota di perbatasan Thailand dan Malaysia.
Dari Hatyai menuju Kuala Lumpur, kami menggunakan bis di salah satu agen travel
yang bernama Davis Tour.
Anyway, cerita dan juga budget tentang seluruh perjalanan ini
akan dilanjutkan di next chapter tulisanku. Terima kasih untuk yang sudah
membaca. Senang berbagi cerita bersama kalian.



Link download aplikasinya
ReplyDeletebisa di cek disini https://play.google.com/store/apps/details?id=id.go.imigrasi.layananwni
DeleteAwalnyg bagus. Keren kak bisa mulai merealisasikan impiannya. Semoga bisa mengikuti jejakmu. Estimasi waktu perjalanan dan biaya pp bangkok berapa kak?
ReplyDelete